Alternative flash content

Requirements

Get Adobe Flash player

Sailing

Membaca Angin, Menaklukkan Lautan

Perahu atau boat merupakan kendaraan air yang lebih kecil dari kapal. Kendaraan yang satu ini bisa digerakkan tenaga manusia dengan mendayung, tenaga angin dengan menggunakan layar, atau tenaga kipas dengan menggunakan motor yang berbahan bakar, biasanya solar. Perahu itu juga biasa digunakan oleh nelayan untuk mencari ikan di laut. Atau bisa juga sebagai kendaraan para nakhoda untuk menjangkau pulau kecil lantaran tidak bisa disandari kapal besar. Karena ukurannya yang kecil, perahu bisa ditaruh dalam kapal. Namun, jangan salah, ada juga orang yang memang hobi berwisata dengan menggunakan perahu. Walaupun agak berbahaya, di situlah seninya.

Tantangannya sangat dahsyat. Berlayar di tengah laut dengan menggunakan perahu tentu membutuhkan keahlian dan keberanian yang tinggi. Jika Anda menggunakan perahu yang memakai dayung, tentunya dibutuhkan tenaga yang tidak sedikit. Lain halnya perahu yang menggunakan layar, Anda harus tahu arah angin dan ketinggian ombak di tengah laut.

Kalau Anda salah menganalisis arah angin, Anda bisa tersesat. Berlayar dengan menggunakan kapal tidak hanya dilakukan di lautan, tapi juga di sungai-sungai, bahkan di danau, bergantung pada keinginan seseorang mengarungi lautan, sungai, atau danau. Sebagai patokan, sebelum Anda memutuskan melakukan petualangan dengan berperahu, seyogianya Anda mengetahui jenis dan macam perahu.

Ada perahu udara, kapal pesiar, perahu penyelamat, perahu mewah, kapal feri, perahu dayung, kapal layar, sampan, sekoci, rakit, dan masih banyak lagi, termasuk jenis-jenis perahu yang digunakan di sungai maupun di danau. Hobi yang satu ini tergolong mahal.

Berlayar di tengah lautan membutuhkan persediaan makanan yang cukup karena di tengah lautan ataupun danau tidak ada toko atau tempat belanja. Kalaupun ada di pulau-pulau kecil, tentu harganya yang sangat mahal. Selain itu, butuh keterampilan yang memadai untuk melakukan perjalanan menggunakan perahu jenis apa pun.

Sebelum melakukan perjalanan menggunakan perahu, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal. Mempelajari teknik perahu Anda, misalnya, karena hal itu bisa meningkatkan kepercayaan diri dalam pelayaran. Hal pertama yang perlu Anda lakukan sebaiknya adalah memeriksa set up perahu Anda.

Apakah Anda memiliki hak set up? Apakah Anda memiliki tingkat keahlian dalam berlayar? Cari tahu bagaimana orang lain bisa sampai tujuan dengan menggunakan perahu. Anda tidak perlu takut meminta penjelasan tentang hal itu. Pasti banyak orang yang akan membantu Anda dan dengan senang hati memberikan nasihat tentang perahu dan cara berlayar yang baik. smn/L-1

Pengalaman Pelayar Sejati
Berbicara tentang hobi, masing-masing orang pasti berbeda. Kalau dia perempuan, hobinya tak jauh-jauh dari belanja dan jalan-jalan. Tapi kalau laki-laki, hobi biasanya segala sesuatu yang menantang, seperti mendaki gunung, berlayar ke tengah lautan dengan menggunakan perahu, dan main bola.

"Terkadang hidup seseorang memerlukan sebuah proses untuk mencari makna hidup melalui hal-hal yang tidak terduga, atau bahkan tidak dapat dimengerti orang lain. Misalnya, melakukan aktivitas berbeda di luar rutinitas, kegemaran yang dilakukan secara total, maupun peristiwa-peristiwa yang dialami ketika berada dalam suatu perjalanan menuju suatu tempat," ujar Rob Rama Rambini yang hobi berlayar di lautan lepas.

Rama memiliki kapal yang dinamai KONA. Ukurannya 30 kaki (10 meter). Dalam sebuah perjalanan, Rama pernah berlayar dari Oakland, California, ke Hawaii, kemudian turun melalui Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Karang Laut. Berlanjut ke Port Moresby, Papua Nugini, sampai ke Bali. "Ini perjalanan yang paling mengasyikkan sekaligus menegangkan karena saya lakukan seorang diri," ujar dia.

Rama memang telah berlayar lebih dari 10.000 kilometer seorang diri melintasi Samudera Pasifi k sebelum akhirnya tiba di Dermaga Balima, Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali, 3 April 2011 lalu. Hikmah perjalanan itu tidaklah sia-sia. Selain dapat bertemu dengan ibunya yang telah hampir 30 tahun tak dia temui, dia telah mencatatkan namanya dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai orang Indonesia pertama yang berlayar seorang diri dari California ke Bali.

Sungguh luar biasa hal yang ia lakukan. Berani menerjang ombak dan badai lautan seorang diri. Banyak hal yang dia lakukan dalam perjalanannya selama 11 bulan di tengah lautan, bahkan ia sempat punya keinginan bunuh diri. Dia sempat mencoba bunuh diri karena merasa dirinya seperti orang terdampar dan merasa kesepian.

"Waktu saya di tengah laut, saya merasa kalau hidup ini benar-benar sepi. Saya juga hampir tak percaya kalau saya bisa bertahan hidup di tengah lautan sampai sebelas bulan. Akhirnya saya bisa sampai juga di daratan Indonesia," jelas Rama. smn/L-1

Jaga Semua Bagian dari Korosi

Seperti diketahui, hobi berlayar merupakan hobi yang tidak murah. Bukan hanya perahu yang mesti Anda miliki, melainkan juga perlengkapan lain meski Anda tidak berlayar. Berikut adalah tip menjaga perahu tetap awet.

1. Mencuci perahu secara teratur. Bahkan lingkungan tempat parkir perahu harus dibersihkan secara benar. Lingkungan yang bersih akan membuat perahu Anda selalu dalam kondisi prima untuk dibawa berekreasi atau untuk dijual kembali.

2. Memeriksa panjang tali jangkar ke area lain dari perahu yang mungkin perlu perhatian khusus atau penggantian. Ganti bagian yang sudah rusak sesegera mungkin. Itu akan membuat awet perahu Anda dan mengurangi kebutuhan perbaikan mahal lebih lanjut. Itu juga menjamin keselamatan saat perahu digunakan.

3. Mengikuti pelatihan terbaik untuk menambah wawasan dan perawatan motor tempel bila perahu Anda menggunakan motor. Pastikan membersihkan mesin setelah melakukan perjalanan dan memeriksa semuanya agar perahu Anda terhindar dari karat, kerusakan, atau korosi sebelum berlayar.

4. Memeriksa oli mesin perahu Anda dengan cara yang benar, filtrasi yang tepat, dan kebersihan. Sistem pendingin mesin juga harus selalu diperiksa agar berfungsi dengan baik.

5. Periksa aki atau baterai perahu Anda untuk memastikan bahwa aki atau baterai terisi penuh dan memiliki tingkat cairan yang benar. Juga, pastikan menjaga baterai bersih dan kering.

6. Banyak kegagalan terjadi karena sistem listrik perahu terkorosi. Menjaga komponen listrik tetap kering harus menjadi bagian penting dari pemeliharaan kapal. Peralatan listrik dapat dilindungi dengan minyak air-repellant, nonkonduktif, atau inhibitor korosi.

7. Sebelum memulai pelayaran, pastikan layar tidak terkontaminasi garam. Partikel garam yang tersisa di kain layar akan menyerap dan menahan kelembapan sehingga memperpendek umur layar. Oleh karena itu, keringkan layar secara menyeluruh sebelum pelayaran dan segera setelah Anda kembali dari berlayar. berbagai sumber/smn/L-1

Sumber : http://koran-jakarta.com/

000131253
Hari iniHari ini209
KemarinKemarin723
Minggu iniMinggu ini2704
Bulan iniBulan ini12555
TotalTotal131253